Pada 6 Maret 2026, ribuan mahasiswa dan aktivis sipil turun ke jalan di depan gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Mereka menuntut pemerintah menarik Indonesia dari Board of Peace (BoP), sebuah badan internasional yang dibentuk oleh Amerika Serikat. Seorang orator dari mobil komando menyatakan, “Hari ini kita menuntut Presiden untuk keluar dari Board of Peace, yang katanya badan perdamaian tapi justru menjadi analisator dari perang yang terjadi di Timur Tengah.”
Aksi ini menarik perhatian luas, baik di media sosial maupun di berita nasional. Massa membawa poster bertuliskan ‘Tolak BoP’ dan ‘Free Palestine’, menekankan solidaritas mereka terhadap Palestina.
Tuntutan Utama dan Motivasi Aksi
Mahasiswa menegaskan tiga tuntutan utama:
-
Keluar dari Board of Peace.
-
Membatalkan perjanjian dagang RI-AS.
-
Hentikan pengiriman TNI ke Gaza.
Mereka berpendapat BoP justru melegitimasi tindakan militer di Gaza dan berisiko mengalihkan tanggung jawab Israel. Karena itu, aksi ini bukan sekadar protes sesaat, melainkan panggilan untuk meninjau ulang kebijakan luar negeri Indonesia demi kedaulatan dan perdamaian sejati.
Latar Belakang Politik dan Global
Demo ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan internasional. Beberapa pekan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menghadiri pertemuan BoP di Amerika Serikat sekaligus menandatangani perjanjian dagang RI-AS. Meskipun Menlu Yvonne Mewengkang menyebut keikutsertaan Indonesia semata untuk stabilisasi dan bantuan kemanusiaan, mahasiswa menilai langkah ini kontroversial.
Selain itu, publik mempertanyakan posisi Indonesia dalam forum internasional. Dengan kata lain, aksi mahasiswa menyoroti pentingnya kebijakan luar negeri yang lebih pro-kedaulatan dan transparan.
Pengamanan Aksi dan Suasana Lapangan
Polisi menyiagakan 1.436 personel gabungan untuk menjaga ketertiban. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung, memastikan bahwa petugas tidak membawa senjata api, menjaga suasana tetap kondusif. Demonstrasi berlangsung damai, meski penuh semangat dan sorak-sorai tuntutan.
Kesimpulan
Aksi mahasiswa di Jakarta ini memperlihatkan keinginan publik agar pemerintah meninjau ulang peran Indonesia di panggung dunia. Dorongan untuk keluar dari BoP dan meninjau kesepakatan dagang RI-AS bukan hanya aspirasi sementara, tetapi seruan untuk kebijakan luar negeri yang menempatkan kepentingan nasional dan keadilan internasional sebagai prioritas.



